Minggu, 18 Oktober 2009

PENGURUS HIMAPFIS UNMUL PERIODE 2009-2010

· Hadi Santoso

Jabatan : Ketua Umum

Nomor : NIPH. 001/HIMAPFIS.0/2009

· Nurjanah

Jabatan : Sekretaris

Nomor : NIPH. 002/HIMAPFIS.0/2009

· Ike Wayan

Jabatan : Bendahara

Nomor : NIPH. 003/HIMAPFIS.0/2009

1. Departemen I : Kaderisasi dan Pengembangan Sumber Daya Manusia

· Nur Annisa Rahmah

Jabatan : Kepala Departemen I

Nomor : NIPH. 004/HIMAPFIS.0/2009

· Aji Fuad Faisal

Jabatan : Anggota

Nomor : NIPH. 009/HIMAPFIS.1/2009

· Dedy Hidayat

Jabatan : Anggota

Nomor : NIPH. 010/HIMAPFIS.1/2009

· Dwi Rahmat Utari

Jabatan : Anggota

Nomor : NIPH. 011/HIMAPFIS.1/2009

· Erna Suhartini

Jabatan : Anggota

Nomor : NIPH. 012/HIMAPFIS.1/2009

· Hamka Nuli

Jabatan : Anggota

Nomor : NIPH. 013/HIMAPFIS.1/2009

· Imam Wahyudi

Jabatan : Anggota

Nomor : NIPH. 014/HIMAPFIS.1/2009

· Malynda

Jabatan : Anggota

Nomor : NIPH. 015/HIMAPFIS.1/2009

· Marhamah

Jabatan : Anggota

Nomor : NIPH. 016/HIMAPFIS.1/2009

· Ngatio

Jabatan : Anggota

Nomor : NIPH. 017/HIMAPFIS.1/2009

· Rita

Jabatan : Anggota

Nomor : NIPH. 018/HIMAPFIS.1/2009

· Sri Utami

Jabatan : Anggota

Nomor : NIPH. 019/HIMAPFIS.1/2009

· Suherman

Jabatan : Anggota

Nomor : NIPH. 020/HIMAPFIS.1/2009

· Suryani

Jabatan : Anggota

Nomor : NIPH. 021/HIMAPFIS.1/2009

· Vina Agustina

Jabatan : Anggota

Nomor : NIPH. 022/HIMAPFIS.1/2009

2. Departemen 2 : Media dan Informasi

· Syarifah Aulia

Jabatan : Kepala Departemen 2

Nomor : NIPH. 005/HIMAPFIS.2/2009

· Asih Aulita

Jabatan : Anggota

Nomor : NIPH. 023/HIMAPFIS.2/2009

· Atin Nuryadin

Jabatan : Anggota

Nomor : NIPH. 024/HIMAPFIS.2/2009

· Dina Supardi

Jabatan : Anggota

Nomor : NIPH. 025/HIMAPFIS.2/2009

· Dinda Ruszayanti

Jabatan : Anggota

Nomor : NIPH. 026/HIMAPFIS.2/2009

· Eka Dara

Jabatan : Anggota

Nomor : NIPH. 027/HIMAPFIS.2/2009

· Galih Jaka Febrianto P

Jabatan : Anggota

Nomor : NIPH. 028/HIMAPFIS.2/2009

· Normalita sari

Jabatan : Anggota

Nomor : NIPH. 029/HIMAPFIS.2/2009

· Nurhasinah

Jabatan : Anggota

Nomor : NIPH. 030/HIMAPFIS.2/2009

· Puardmi D

Jabatan : Anggota

Nomor : NIPH. 031/HIMAPFIS.2/2009

· Rini Irmah

Jabatan : Anggota

Nomor : NIPH. 032/HIMAPFIS.2/2009

· Sari Pratiwi

Jabatan : Anggota

Nomor : NIPH. 033/HIMAPFIS.2/2009

· Salmiati

Jabatan : Anggota

Nomor : NIPH. 034/HIMAPFIS.2/2009

· Sri Budi Utami

Jabatan : Anggota

Nomor : NIPH. 035/HIMAPFIS.2/2009

· Tri Yuli

Jabatan : Anggota

Nomor : NIPH. 036/HIMAPFIS.2/2009

3. Departemen 3 : Minat dan Bakat

· Maidi Alimanto

Jabatan : Kepala Departemen 3

Nomor : NIPH. 006/HIMAPFIS.0/2009

· Andreana U

Jabatan : Anggota

Nomor : NIPH. 037/HIMAPFIS.3/2009

· Budi Santoso

Jabatan : Anggota

Nomor : NIPH. 038/HIMAPFIS.3/2009

· Dedy Haryanto

Jabatan : Anggota

Nomor : NIPH. 039/HIMAPFIS.3/2009

· Ikhwan S.

Jabatan : Anggota

Nomor : NIPH. 040/HIMAPFIS.3/2009

· Lia ayu R

Jabatan : Anggota

Nomor : NIPH. 041/HIMAPFIS.3/2009

· M. Asrar

Jabatan : Anggota

Nomor : NIPH. 042/HIMAPFIS.3/2009

· Rusidah

Jabatan : Anggota

Nomor : NIPH. 043/HIMAPFIS.3/2009

· Rusli

Jabatan : Anggota

Nomor : NIPH. 044/HIMAPFIS.3/2009

· Siska

Jabatan : Anggota

Nomor : NIPH. 045/HIMAPFIS.3/2009

· Taufik

Jabatan : Anggota

Nomor : NIPH. 046/HIMAPFIS.3/2009

· Taufik Khoirudin

Jabatan : Anggota

Nomor : NIPH. 047/HIMAPFIS.3/2009

· Tiara Santika

Jabatan : Anggota

Nomor : NIPH. 048/HIMAPFIS.3/2009

· Yunib

Jabatan : Anggota

Nomor : NIPH. 049/HIMAPFIS.3/2009

4. Departemen 4 : Pengabdian Masyarakat dan Sosial Kerohanian

· Deby Haryanto

Jabatan : Kepala Departemen 4

Nomor : NIPH. 007/HIMAPFIS.0/2009

· Akhmad Fauzi

Jabatan : Anggota

Nomor : NIPH. 050/HIMAPFIS.4/2009

· Emi Febriana

Jabatan : Anggota

Nomor : NIPH. 051/HIMAPFIS.4/2009

· Fitriani

Jabatan : Anggota

Nomor : NIPH. 052/HIMAPFIS.4/2009

· Hasrianti

Jabatan : Anggota

Nomor : NIPH. 053/HIMAPFIS.4/2009

· Izti Sabran

Jabatan : Anggota

Nomor : NIPH. 054/HIMAPFIS.4/2009

· Karlina Indah Sari

Jabatan : Anggota

Nomor : NIPH. 055/HIMAPFIS.4/2009

· Lia Armitha

Jabatan : Anggota

Nomor : NIPH. 056/HIMAPFIS.4/2009

· Maya Sari

Jabatan : Anggota

Nomor : NIPH. 057/HIMAPFIS.4/2009

· Tuti Lestari

Jabatan : Anggota

Nomor : NIPH. 058/HIMAPFIS.4/2009

· Riyan Ikramah

Jabatan : Anggota

Nomor : NIPH. 059/HIMAPFIS.4/2009

· Rizkiyatunnisa

Jabatan : Anggota

Nomor : NIPH. 060/HIMAPFIS.4/2009

· Siti Maria Ulfa

Jabatan : Anggota

Nomor : NIPH. 061/HIMAPFIS.4/2009

· Vera Mardiana

Jabatan : Anggota

Nomor : NIPH. 062/HIMAPFIS.4/2009

4. Biro Usaha dan dana

· Saparudin

Jabatan : Ketua Biro

Nomor : NIPH. 008/HIMAPFIS.0/2009

· Zsa-zsa Suhartiningtyas

Jabatan : Anggota

Nomor : NIPH. 063/HIMAPFIS.5/2009

· Dina Yuliana

Jabatan : Anggota

Nomor : NIPH. 064/HIMAPFIS.5/2009

· Veni Vidya

Jabatan : Anggota

Nomor : NIPH. 065/HIMAPFIS.5/2009

· Eko Meijada Utomo

Jabatan : Anggota

Nomor : NIPH. 066/HIMAPFIS.5/2009

· Nurfadillah

Jabatan : Anggota

Nomor : NIPH. 067/HIMAPFIS.5/2009

· Noorsaodah

Jabatan : Anggota

Nomor : NIPH. 068/HIMAPFIS.5/2009

Read More....

Selasa, 06 Oktober 2009

TAK ADA ORANG YANG BETUL-BETUL GAGAL

Orang lain bisa menghentikan anda untuk
sementara, tetapi andalah satu-satunya orang
yang bisa menghentikan diri anda secara permanen.”

Tatkala kita baru saja membuat keputusan,
apapun itu, entah mengapa tiba-tiba saja muncul
banyak hal tak terduga. Ambil contoh dalam
menjalankan usaha. Entah darimana datangnya,
berbagai hambatan dan rintangan datang bertubi-tubi.
Begitulah memang, setiap keputusan akan selalu
diiringi distraction atau hambatan.

Kadang-kadang hambatan itu tidak akan tampak
sebagai hambatan, bahkan bisa jadi ia datang dalam
rupa sebuah peluang. Kalau tidak pandai menanganinya
kita pun terlarut pada “peluang” itu dan akhirnya
nggak jadi menjalankan rencana matang yang sudah
kita tetapkan. Lalu waktu pun berakhir, dan kita
pun menghibur diri atas kegagalan demi kegagalan.

Oleh sebab itu perlu sekali kita memahami bahwa
setiap kita sudah mengambil keputusan, kita harus
tahu bahwa mulai hari itu pekerjaan kita adalah
menyelesaikan masalah, mengatasi hambatan, dan
melanjutkan perjalanan. Kalau ini kita sadari,
jauh lebih enjoy dan tidak kaget. Begitulah
memang sunnatullah-nya, track itu pasti kita lalui.
You are on the right track. Anda berada dalam
jalan normal (lazim).

Sebetulnya tidak ada orang yang betul-betul gagal,
yang ada hanya orang yang terlalu cepat berhenti,
sebelum sampai ke puncak harapan sukses yang ia
cita-citakan. Sebagian besar kisah kegagalan
adalah kisah orang-orang yang menyerah sebelum
waktunya.

Ini memang masalah sikap. SIKAP kita pasti akan
mengiringi TINDAKAN kita. Tetapi jangan lupa,
Sikap adalah sebuah pilihan. Kerapkali sikap
kita merupakan satu-satunya perbedaan antara
sukses dan kegagalan Oleh sebab itu mari kita
terus bertahan untuk memilih sikap “keep going”.
Jalan terus…!

Dalam permainan sepakbola, sekalipun pada babak
pertama kita sudah kalah 6-0 dari lawan, apakah
kita langsung memutuskan, “udah sajalah, kita
kalah, lalu berhenti main.”? Tidak! Sepanjang pluit
panjang belum berbunyi, kita akan terus menggempur
gawang lawan. Seakan-akan tidak peduli dengan yang
sudah terjadi. Kalau kita amat sangat peduli dan
terpengaruh dengan skor pertandingan setengah jalan,
tentu saja semangat main kita langsung mati, dan
akan sering bunuh diri. Perhatikanlah betapa banyak
gol-gol legendaris justru muncul at the last minute,
ya pada menit-menit terakhir. Keyakinan yang kuat
itu betul-betul magic.

Ada satu kisah di sebuah lokasi pertambangan.
Berdasarkan informasi akurat yang diperoleh, Bill
membeli sepetak tanah yang cukup luas yang diperkirakan
di bawah tanah itu terdapat emas yang sangat banyak.
Setelah mendirikan gubuk untuk tinggal mulailah ia
menggali dibantu oleh sahabat dan keluarganya.
Berbulan-bulan, setiap hari ia menggali. Namun
belum juga ada tanda-tanda bahwa disana ada emas.
Akhirnya ia putus asa dan menjual kembali tanah itu
kepada salah seorang sahabatnya dengan harga
sangat murah.

Sahabatnya itu melanjutkan penggalian. Beberapa
hari kemudian, ia menemukan “pintu” kawasan emas
yang luas sekali dengan potensi kandungan emas yang
sangat luar biasa. Kekayaan datang padanya, hanya
beberapa saat setelah Bill berhenti!

Sering kita juga menghadapi kisah yang sama.
Sebagai penjual, kita sering berhenti tatkala
udah 10 orang menolak proposal kita, menolak produk
dan jasa kita. Lalu kita memutuskan bahwa memang
ini tidak mungkin berhasil. Padahal kalau diteruskan
pada orang berikutnya, justru berhasil tanpa
kesulitan berarti.

Tampaknya memang benar, penyakit sukses paling
berbahaya ialah terlalu cepat berhenti, terlalu
mudah menyerah. Jika saja ini berhasil kita atasi ..
kita juga bisa sukses. Untuk urusan apapun yang
kita lakukan.

“Kebanyakan orang gagal adalah orang yang tak
menyadari betapa dekatnya mereka ke titik sukses
saat mereka memutuskan untuk menyerah.”
(Thomas Alfa Edison)

Sumber : http://pustakanilna.com


Read More....

Kamis, 21 Mei 2009

senyum





Menurut ilmuan Jepang, senyum mempunyai makna yang tinggi dalam pergaulan karena merupakan langkah awal bagi hubungan antar manusia (human relationship). Bila Anda sudah biasa melakukannya, akan mudah bagi Anda untuk berkomunikasi sekaligus mencari informasi yang dibutuhkan. Keberhasilan pengusaha menggaet konsumen, juga banyak dipengaruhi oleh kemampuan mereka untuk tersenyum. Dengan tersenyum, mereka mampu meyakinkan kosumen bahwa sikap yang diperlihatkan itu benar-benar spontan dan bersahabat.

Banyak orang berpendapat, kita baru bisa tersenyum kalau kita sedang bahagia. Pendapat itu salah, ujar ilmuan University of Arizona, Amerika Serikat, Rich Aronow. Kita bisa membuat lingkungan kita tersenyum dengan cara mulai membuat gerakan untuk tersenyum. Menurutnya, justru dengan tersenyum kita bisa cepat bahagia. Cobalah dalam sebuah kelompok manusia, Anda berdiri dan tersenyum pada orang-orang di sekitar Anda, maka Anda telah menebar kebahagiaan karena senyum itu menular, lanjutnya.

Bagi kalangan bisnis yang banyak melakukan negosiasi, senyum adalah gerakan sederhana dengan menarik kedua ujung bibir ke samping tetapi memiliki efek yang efektif bagi tercapainya persetujuan dalam perdagangan ataupun perundingan. Jadi, senyum merupakan komponen penting yang tidak bisa dilepaskan. Jangan harap bisnis Anda sukses jika Anda tidak mau tersenyum.

Penelitian di bidang medis menyebutkan bahwa senyum membuat tubuh terasa bugar seperti habis berolah raga ringan. Senyum adalah olah raga jiwa, khususnya dalam menurunkan tingkat stres. Riset terakhir menunjukkan bahwa senyum dengan rentang waktu agak lama dan spontan (tidak dibuat-buat) akan sangat bermanfaat dan nilainya lebih daripada mendayung perahu atau menyetir mobil. Telah dibuktikan secara medis pula bahwa senyum membuat jiwa merasa tenang. Mereka yang mampu bersikap tenang dan berpikir jernih bisa menyelesaikan persoalan dengan mutu yang sangat memuaskan. Mereka pun mampu bersikap fleksibel dalam mengatur dan memutuskan sesuatu serta lebih siap bila terjadi kegagalan, sehingga sikap optimisme dapat terus dipertahankan.

Yang lucu, di India tidak hanya digalakkan gerakan untuk tersenyum, melainkan sudah sampai ke tahap tertawa. Hal itu dilihat dari munculnya organisasi di kota tekstil Bombay yang menamakan dirinya sebagai Internationaql Laughing Club (Klub Tertawa Internasional) yang diketuai oleh Dr. Madan Kataria, seorang pakar medis yang sudah lama membuat penelitian tentang hubungan tertawa dengan tubuh (fisik). Kabarnya, anggotanya terus bertambah, khususnya di kota New Delhi dan Kalkutta. Mereka yang menjadi anggota mengatakan, “Banyak sekali manfaat tertawa bagi kesehatan dan kehidupan pribadi mereka.”

Konon, ada perbedaan antara orang yang tersenyum dan orang yang stres. Ahli kecantikan menyebutkan bahwa senyum bisa menyebabkan seseorang tampak awet muda karena otot-otot dapat berelaksasi dengan santai, sedangkan orang stres ototnya tampak tegang, mulut agak monyong karena kesal, dan tampak lebih tua. Ahli Biologi mengatakan, “Jika dilihat dengan mikroskop elektron, perbedaan mendasar akan tampak pada orang yang tersenyum dan orang yang stres (tidak dapat tersenyum). Perbedaan itu diibaratkan dengan air yang membludak keluar dari bak mandi bagi orang yang stres dan air yang mengalir dari kran bagi orang yang tersenyum”. Air di sini maksudnya adalah energi. Dengan demikian orang yang stres tampak lebih letih dibandingkan dengan orang yang tersenyum. Mereka (yang stres) disarankan untuk banyak mengonsumsi air putih.

Nah, seperti yang telah disebutkan di awal, senyum itu adalah gerakan yang sederhana dan mudah. Cukup tarik ujung kedua bibir Anda ke samping lalu rasakan efeknya. Anda akan merasakan dunia pun tersenyum bersama Anda. Siapa tahu, dengan gerakan senyum yang tulus dari hati, terlebih dengan niat ibadah, kita bisa menyembuhkan luka yang telah lama di derita oleh bangsa kita, bangsa Indonesia. Sekaligus kita bisa membuktikan pada dunia bahwa bangsa kita adalah benar bangsa yang ramah. Perbanyaklah senyum persahabatan!!


Para ilmuan Jepang mengadakan riset bertahun-tahun tentang senyum. Negara Jepang, seperti yang kita tahu, adalah negara maju di Asia yang merajai teknologi tingkat tinggi. Para pekerjanya, terutama di kota Tokyo, adalah para warkaholic (pekerja ulung). Mereka sanggup bekerja 20 jam sehari dengan waktu istirahat minim. Suatu ketika kinerja sebuah perusahaan Jepang menurun drastis akibat pekerjanya stres. Setelah dilakukan penelitian, salah satu penyebabnya adalah ternyata para pekerja Jepang kurang meluangkan waktu untuk tersenyum. Read More....